Rumah Sakit Pluit Butuh Radiografer

July 31st, 2014 No Comments   Posted in Uncategorized

Berikut lowongan kerja radiografer pada saat lebaran..:

persyaratannya simak aja :

Makasimal usia 26 thn

bisa bekerja shift

kominikatif dan aktif

bisa berbahasa inggris aktif

kirim lamaran beserta foto 3×4

 

jl.raya pluit selatan no 2

021 2922 8000 / 18016

recruitment.pluit@gmail.com

semoga sukses..cocok untuk yang ingin cari pengalaman mengenai modality radiology.

 


Rumus / formula matematika ct scan multislice

June 26th, 2014 No Comments   Posted in Uncategorized

Abbreviations:

P = Pitch

BS = Bed Speed

L = Length

ST = Scan Time

RS = Rotation Speed

SW = Slice Width

INC = Increment

Formulas:

P = BS x RS

    Collimation

BS = P x Collimation

               RS

L = ST x BS = ST x P x Collimation

                                RS

# Slices = L

              INC

mAs = mA x RS (for helical)

                       P

mAs = mA x RS (for axial)

mA = mAs x P

             RS

ST =  L 

        BS

RS = P x Collimation

                BS


Tags:

CTA Cerebral pada kasus hemiparese sebelah kanan

June 25th, 2014 No Comments   Posted in Uncategorized

riwayat pasien:

Hipertensi, gula, hemiparese dan muntah, kemudian ada dokter yang meminta untuk dilakukan ct scan cta cerebral dengan ct 128 slice.

berikut parameternya:

  • 64 x .625 mm collimation

  • 0.80 pitch

  • 120 kV

  • 230 mAs

  • 0.5 rotation

  • 60 ml contrast

  • 4.0ml/s flow rate

cara scaning klick suvey > go > pre contrast > lokator > tracker > helical scaning (kontras)

didapatkan gambaran multi aneurysme pada MCA dan ACOM, berikut gambarnya.

image

 

MRI urography pada anak

June 25th, 2014 No Comments   Posted in Uncategorized

Berikut protokol yang dijalankan,

berikut contoh gambar yang dihasilkan

Tips mendapatkan gambaran MRI liver yang baik dengan mengaktifkan para meter Multivane

June 25th, 2014 No Comments   Posted in Uncategorized

Multivane merupakan parameter yang berfungsi untuk meningkarkan resolusi gambar pada mri abdomen /liver. berikut gambarannya.

image

nach gambaran diatas cukup jelas, semakin tinggi prosentase MV gambaran yang dihasilkan akan semakin bagus, para meter ini hampir sama dengan NSA.

Berikut hasil gambarnya bisa anda simpulkan sendiri.

image

Manfaat parameter mDixon pada pemeriksaan MRI knee joint

June 25th, 2014 No Comments   Posted in Uncategorized

mDIXON memberikan penekanan lemak yang sangat baik dan dapat menghemat waktu.

kemampuan protokol ini, Cepat dan kuat penekanan lemak yang disediakan oleh mDIXON TSE membuat metode cocok untuk meningkatkan muskuloskeletal rutin (MSK) pencitraan MR.

untuk menjalankan protokol ini butuh waktu 3.5 menit. lumayan cepat .

langkah menggunakannya adalah sbb:

pilih protokol

http://clinical.netforum.healthcare.philips.com//ImageHandler.ashx?Id=641127

atur parameter sbb:

http://clinical.netforum.healthcare.philips.com//ImageHandler.ashx?Id=641233

aktifkan parameter mDixon

 <br>Scan time first increases by switching on mDIXON

atur parameter NSA (agar waktu scaning berkurang)

 <br> Scan time reduces again by changing NSA

Atur partial fat suppression

berikut gambaran yang dihasilkan :

 <br>

jika menurut dokter gambar ini cukup memuaskan kita bisa simpan protokol ini, disimpan dengan re name mDixon

 ExamCards without mDIXON TSE

Tips dan petunjuk untuk menggunakan DS coil breast 16 chanel Adaptive

June 25th, 2014 No Comments   Posted in Uncategorized

MRI Mamae saya rasa jarang dilakukan, mungkin kendalanya adalah dokter sudah cukup melihat dengan USG, dan mamografi, mungkin gak ada coil yang digunakan untuk pemeriksaan MRI breast, dan yang sangat mungkin karena gak ada MRI di rumah sakit anda..Smile

lets go..jangan basa basi dong langsung aja ke materi, ..berikut panduan penggunaan coil breast yang merupakan coil terbaru untuk MRI 1.5 tesla. merk gak usah di sebut ya..entar jadi promosi dong..

Coil dS breast Adaptive ini dirancang untuk menghasilkan kualitas gambar yang tinggi dan kenyamanan pasien yang baik.
Coil digital ini mencakup beberapa fitur antara lain:
- Akses yang Terbuka
- Elemen coil Adaptive, berkontur agar sesuai dengan anatomi payudara
- Coil tunggal untuk kedua studi diagnostik dan biopsi
- Elemen sayap ketiak dengan akses untuk biopsi sisi posterior
- Pencahayaan visibilitas tinggi
- Head rest Tiltable, kepala nyaman
- Coil ds ini termasuk mudah dipasang dan penyimpanan aksesoris ini juga cukup mudah.
- Berat maksimum yang diijinkan kapasitas pasien adalah 250 kg. toh jarang pasien yang beratnya 250 kg. apalagi di Indonesia.

image

gabungkan bantalan gabus sebagai fiksasi agar pasien nyaman

image

posisi pasien cukup nyaman

image

dengan coil ini bisa memisahkan jaringan non-payudara dari payudara sehingga tidak ada lipatan inferior, dan akan membantu mengurangi tantangan penekanan lemak, sehingga akan bisa mendapatkan gambaran yang maksimal.

image

image

berikut tampilan siap pakai pada pasien

image

oke. sekian dulu semoga bermanfaat setidaknya kita mengetahui perkembangan teknologi MRI breast. maf klo ada salah kata.. see u again

 

MR KONTRAS PADA OTAK

June 1st, 2014 No Comments   Posted in Uncategorized

William G. Bradley, MD,PhD,FACR

Bahan kontras berkomposisi dasar Gadolinium untuk MRI telah terbukti sangat aman. Dari lebih dari 10 juta dosis yang telah digunakan di seluruh dunia sejak gadolinium-DTPA(gadopetate dimeglumin, magnevist, berlex) pertama kali disepakati penggunaanya pada bulan Juni 1988, hanya ada satu laporan kematian yang berhubungan dengan obat tersebuat (karena bronchospasma yang parah dan shock yang diketahui akibat serangan asthma). Ini membuat gadolinium sekitar 100 kali aman daripada bahan kontras iodin. Malahan Baru-baru ini bahan penyusun nonionik gadolinium yang rendah osmolar, yaitu gadolinium-HP-D03A(gadoteridol, ProHance, BraccoDiagnostic) dan gadolinium-DTPA-BMA (Gadodiamide, Omniscan, Nycomed) telah tersedia, meskipun tampaknya tidak ada perbedaan yang siknifikan dilihat dari keamanan maupun keevektifan ketika digunakan pada dosis yang konvensional 0.1 mmol/kg. Ketiga bahan kontras tersebut diatas (yaitu gadolinium-DTPA, gadolinium-HP-D03A, gadolinium-DTPA_BMA) telah diuji dengan dosis yang lebih tinggi yaitu sekitar 0,3 mmol/kg dimana keefektifan penggunaanya meningkat sebanyak 3 kali lipat, dan sudah tentu turut meningkatkan biaya penggunaanya. Seluruh bahan penyusun gadolinium adalah senyawa paramagnetik yang mempersingkat waktu relaksasi T1 dari molekul air sekitarnya, dapat meningkatkan intensitas gambar pada pembobotan T1 akibat interaksi kutub magnet.

Indikasi untuk menggunakan gadolinium berkembang dari pengalaman yang diperoleh selama dekade terakhir. Saat ini kami menggunakan gadolinium dengan dosis rutin 0.1 mmol/kg untuk semua pasien yang dicurigai menderita karsinoma primer maupun yang metastasis seperti telah kami temukan di beberapa pasien yang memperlihatkan lesi pada gambaran pembobotan T1 dengan diinjeksi kontas gadolinium yang mana pada pembobotan T2 dengan pengaturan kontras yang tinggi, resolusi yang tinggi, tidak terlihat adanya kelainan. Hal ini terutama sangat baik jika di aplikasikan pada penderita leptomeningeal carcinomatosis. (ini juga berlaku pada tulang belakang dengan metastasis yang telah meluas)

Penggunaan Gadolinium dengan dosis yang lebih tinggi telah menunjukkan keefektifan dalam mendeteksi tumor primer maupun yang telah metastasis di otak. Dalam suatu penelitian, 31 pasien dengan dugaan mengalami metastasis ke otak diteliti dengan menginjeksi gadoteridol dengan dosis sebanyak 0.1 mmol/kg, dan segera diikuti oleh injeksi tambahan sebnyak 0,2 mmol/kg 30 menit kemudian. hasilnya 99% dari Lesi yang terlihat pada gambaran dengan penggunaan dosis biasa menjadi lebih menyengat pada penggunaan dosis yang tinggi, hal ini menguatkan penelitian sebelumnya berkaitan dengan pengaruh dosis gadolinium terhadap kontras lesi. Sepuluh dari 27 pasien (37%) pada penggunaan dosis yang tinggi memperlihatkan banyak lesi dimana pada dosis biasa hanya terlihat sebuah lesi atau malahan tidak ada sama sekali, dengan demikian pasien bisa langsung lanjut ke tahapan pengobatan berikutnya yaitu pembedahan atau terapi radiasi (Radiotherapy). Hasil kajian yang mirip yang pernah dicatat dalam sebuah penelitian kecil pada 12 pasien dengan metastase intrakranial di gabungkan dengan penelitian tentang Neoplasma primer dan metastase intrakranial. Penelitian kecil tersebut menunjukkan kenaikan sensitifitas dalam menampilkan penyebaran tumor subarachnoid baik di otak maupun di ruang spinal subarachnoid. Sayangnya, seperti yang ditulis diatas, biaya yang lebih tinggi akibat pemberian dosis gadolinium sebanyak tiga kali lipat membatasi pemakaiannya lebih lanjut.

Setiap kali tumor otak selesai diangkat sepenuhnya, kami menginjeksi gadolinium untuk memastikan adanya tumor yang masih tersisa atau berkembangnya kembali tumor. Idealnya, MR scan harus dilakukan dalam rentan 4 hari pasca operasi, sesudah waktu itu, gambaran implamasi mungkin sulit dibedakan dengan tumor. Untuk lesi lesi parenchymal, kami menyadari bahwa area yang enhans atau area yang menyengat tidak sepenuhnya sesuai dengan gambaran tumor karena kenyataannya sel-sel tumor dapat ditemukan pula pada area yang nonenhans/menyengat. Untuk alasan ini, kami menyarankan kepada para Onkologi terapi radiasi untuk menandai area radiasi sebaik baiknya tepat di area yang menyengat pada tumor. Beberapa minggu setelah operasi, penyengatan di area daerah meningeal masih sering terlihat dibeberapa kasus yang mungkin saja merupakan nodul yang disangka tumor. Kecuali ini terlihat di beberapa seri scan ukurannya mengecil (bukannya membesar), ini sangatlah tidak mungkin mendiagnosa bekas luka menjadi tumor yang kembali menyebar. Dalam kasus ini pemeriksaan lebih lanjut harus dianjurkan. Peningkatan meningeal tersebut dapat dilihat sebagai prosedur penempatan tabung shunt yang dapat menyebabkan penebalan umum dan peradangan pada meninges yang dikenal sebagai "Bening meningeal fibrosis" dalam waktu enam minggu. Peningkatan tersebut biasanya terbatas pada pachymeninges (yaitu, dura) dan dosis tidak sampai ke sulcus (yang membantu untuk peningkatan leptomeningeal yang mungkin menunjukkan carcinomatosis).

Gadolinium juga dapat memperbaiki kepekaan MR diagnosis infark serebral akut dengan menunjukkan pembuluh darah stasis dan suplai darah leptomeningeal colateral. (Diagnosis MR inchemia awal baru-baru ini telah beralih ke difusi EPI dan EPI perfution imaging.)

Tidak dilakukan secara rutin pengunaan gadolinium untuk pasien dengan adenoma hipofisis yang dicurigai. Jika macroadenoma ditemukan pada scan unenhanced, maka Gadolinium tidak diberikan kecuali ada pertanyaan dari invasi dari hipotalamus atau lobus temporal mesial. Untuk microadenoma penggunaan gadolinium didasarkan pada tingkat prolaktin. Gadolinium diberikan untuk pasien dengan kadar prolaktin (yaitu, 25-100 ng/100 ml) ketika pituitari tampaknya normal terlihat pada pandangan precontrast.

Saat ini pemberian gadolinium sebagai bagian dari protokol untuk mengevaluasi akustik schwannomas yang dicurigai, meskipun hal ini lebih berkaitan dengan praktek masyarakat daripada kebutuhan scienstific. Akustik yang paling dapat di 3 mm 512 x 512 T2-pembobotan gambar berputar fast spin echo dan tidak memerlukan gadolinium. Bahkan, penggunaan rutin gadolinium dalam pengaturan ini, mengarah pada "Diagnosis lebih" dari "inflamasi" lesi dan vena plexi dari Nevers kranial 7-8th yang dapat mensimulasikan schwannomas.

Saat ini tidak menggunakan gadolinium untuk membuat diagnosis multiple sclerosis karena belum menemukan hal tersebut akan sensitif seperti irisan tipis,sagital fast FLAIR. Kami memberikan gadolinium untuk mengikuti pasien pada berbagai immunotherapies untuk MS (misalnya, Betaseron) sebagai MRI dapat memberikan ukuran yang obyektif.

Indikasi terakhir untuk penggunaan gadolinium dalam SSP sangat pragmatis. Hampir selalu diberikan jika dokter perujuk memintanya.

USG GYNAECOLOGY DAN OBSTETRIK

May 28th, 2014 No Comments   Posted in Uncategorized

USG Gynaecologi memperlihatkan organ genettalia interna yang terdiri dari uterus,, ovarium dan tUba uterina faloppi yang normal tidak akan tampak,, akan tetapi tubae utterina Falopi akan jelas terllihat apabila ada pembesaran

Normal Anattomi Uterus

• Berbentuk sepertii telur ayam dan permukaannya rata
• Besarnya terganttung dari usia wanitta,, pada prepubertas besarnya lebih kecil dariipada orang dewasa
• Posisi uterus umumnya terletak ditengah pelvis,, ttettapii kadang–kadang miiriing ke kiirii attau ke kanan,, biisa anteflleksii attau rettrofleksi

Normall Anattomi Ovariium

Lettak ovariium dii kanan dan dii kiirii utterus.. Lettak ovariium tterganttung darii lliigamen yang mengiikattnya dengan utterus

• Besar ovariium berhubungan dengan siisttem endokriin waniitta.. Pada ovariium yang normall akan dapatt memperlliihattkan adanya perkembangan ffolliikell yang akan mencapaii
puncaknya pada saatt ovullasii

Indiikasii Pemeriiksaan Gynaecollogii

• Kolliik pada daerah pellviis
• Unttuk melliihatt keberadaan dan posiisii IUD
• Unttuk melliihatt massa pada pellviis
• Memoniittor ffolliikell dallam penyelliidiikan tterhadap iinfferttiilliittas
• Pengelluaran sekrett per vagiinam yang abnormall
• Pendarahan per vagiinam yang abnormall
• dllll

Persiapan Pasiien

• Pasiien harus miinum beberapa gellas sampaii diipasttiikan kandung kemiihnya penuh dallam wakttu 1 jjam sebellum pemeriiksaan..Settellah miinum,, pasiien ttiidak bolleh buang aiir keciill hiingga
pemeriiksaan sellesaii
• Unttuk pemeriiksaan dengan ttransvagiinall,, kandung kemiih harus diikosongkan tterllebiih dahullu dengan memiintta pasiien unttuk buang aiir keciill sebellum pemeriiksaan
• Posiisii pasiien berbariing dengan nyaman ((supiine)),, daerah pellviis harus diibebaskan darii pakaiian attau sesuattu yang menuttupiinya.. Berii jjelllly pada daerah pellviis dan jjuga bagiian ttranduser yang akan  menempell pada ttubuh pasiien
• Tranduser yang diigunakan unttuk ttransabdomen yang mempunyaii frekwensii 3,,5–5 MHz dan unttuk ttransvagiinall yang mempunyaii frekwensii 5–7 MHz
• Pengatturan gaiin yang benar unttuk menghasiillkan gambaran yang jjellas

 


Fungsi B Blocker pada CTA Coroner

May 15th, 2014 No Comments   Posted in Uncategorized

Kualitas gambar dari CTA koroner secara substansial meningkat pada pasien dengan denyut jantung kurang dari 65 denyut per menit . Artefak pergerakan akan tampak pada pasien dengan denyut jantung yang lebih tinggi dari 65 bpm, Beberapa penelitian telah menunjukkan kualitas gambar CTA koroner (65 denyut per menit ). untuk pasien dengan denyut jantung lebih dari 70 denyut per menit . Pendekatan yang paling umum dalam menggunakan  ( 50-100 mg metoprolol oral diberikan 1 jam sebelum scan ) atau intravena b – blocker ( 5-20 mg intravena metoprolol diberikan segera sebelum scan ) menurut penelitian 150 sample pasien, secara klinis untuk CTA koroner menunjukkan bahwa metoprolol intravena memberikan efek penurunan denyut jantung oleh rata-rata 11 denyut per menit .